“Pendidikan adalah Waktu untuk Berubah”

Jakarta – Keluarga Besar Kolese Kanisius menyelenggarakan Misa Pembukaan Semester baru secara konselebrasi yang dipimpin langsung oleh Provinsial Serikat Jesus Pater Benedictus Hari Juliawan, SJ pada hari Senin, 11 Juli 2022 di gedung sporthall.

 

Adapun konselebran dalam Perayaan Ekaristi ini melibatkan Pastor dari komunitas pastoran, Pater pengurus Yayasan Budi Siswa dan Pastor Paroki Hati Kudus Kramat; mereka adalah:

  • Rm Heru Hendarto, SJ (Ketua Yayasan Budi Siswa 2016-2022)
  • Bambang Widyatmoko, SJ (Ketua Yayasan Budi Siswa 2022-2025)
  • Alexander Koko Siswijayanto, SJ (Moderator SMP Kolese Kanisius)
  • Wahyu, SJ (Moderator SMA Kolese Kanisius)
  • Eduard Calistus Ratu Dopo, SJ (Kepsek SMA Kolese Kanisius)
  • Ismartono, SJ (anggota komunitas pastoran)
  • Sadyoko, SJ (anggota pengawas Yayasan Budi Siswa 2016-2022)
  • Kristiono Puspo, SJ (Moderator Atmi-anggota komunitas pastoran)
  • Rudiyanto, SJ (Rektor Atmi cikarang-anggota komunitas pastoran)
  • Hendra Sutedja, SJ (Bendahara Yayasan Budi Siswa)
  • Yustinus Agung Setiadi, OFM (pastor Paroki kramat yang menaungi Komunitas SJ di Menteng)
  • Gandi, SJ (sekertaris eksekutif komisi pendidikan KWI-Sekretaris Yayasan Budi Siswa 2022 – 2025)
  • Muji Sutrisno, SJ (anggota Komunitas pastoran)
  • Agus Sriyono (anggota pembina Yayasan Budi Siswa 2022-2025)
  • Bruder Giyono, SJ (staff Gunung Putri)

 

Perayaan Ekaristi ini dilakukan secara hybrid, dimana para siswa baru, kelas 7 dan kelas 10, guru dan tamu undangan mengikutinya secara langsung, sedangkan para siswa lainnya berada di kelas-kelas secara online.

Perayaan ini juga diintensikan untuk kegiatan serah terima jabatan kepengurusan Yayasan Budi Siswa dari Pater Heru Hendarto, SJ kepada Ketua Yayasan yang baru yaitu Pater Leonardus Evert Bambang Winandoko, SJ.

Di dalam homilinya, Pater Benny, mengulas tentang pengutusan dan ketaatan. Beliau memaparkan bahwa setiap orang memiliki pengutusan dalam hidupnya apapun profesinya, karena setiap orang memiliki misi dalam hidup, maka di setiap tujuan hidup dibutuhkan sebuah ketaatan.

 

Bukan hanya itu saja, Pater Benny juga membahas mengenai Spiritualitas Ignatian. Pada pemaparannya disampaikah bahwa dalam sudut pandang Spiritualitas Ignatian, pendidikan adalah waktu untuk berubah.

 

“Kolese Kanisius dan lembaga pendidikan Jesuit yang lain memiliki tanggungjawab untuk mendampingi para siswa mengalami perubahan tersebut, sebagaimana jargon Kolese Kanisius yang senantiasa disampaikan kepada para orang tua ‘Give me your child, I’ll bring you the man’ (berikan kami putramu maka mereka akan kembali menjadi seorang laki-laki). Kolese Kanisius memiliki cita-cita untuk mendidik para calon pemimpin, maka fokus proses belajar di sini adalah formasi untuk sebuah transformasi diri menjadi orang yang memiliki karakter seorang pemimpin–give me followers, I’ll bring you the influencer”, katanya.

 

Proses Ekaristi berjalan baik dan lancar dari awal sampai berakhir, lalu dilanjutkan dengan prosesi sertijab di aula lantai 4.

 

Pada proses serah terima jabatan, Pater Heru menyampaikan ucapan terimakasih atas kesempatan untuk melayani di Kolese Kanisius sejak menjadi kepala SMA Kanisius sampai akhirnya menjadi Ketua Yayasan Budi Siswa.

 

Bukan hanya itu saja, Pater Heru juga mengapresiasi kerjasama dan dukungan berbagai pihak, termasuk asosiasi alumni baik Asosiasi Alumni Sekolah Jesuit Indonesia (AAJI), dan juga Paguyuban Alumni Kolese Kanisius Jakarta) PAKKJ yang mendukung program-program kerja Yayasan Budi Siswa.

 

Disisi lain, walaupun sudah tidak menjabat sebagai pengurus Yayasan Budi Siswa, Pater Heru menyampaikan bahwa dirinya belum akan meninggalkan Kolese Kanisius. Pater Heru masih memiliki pekerjaan rumah untuk menyelesaikan proses pembangunan gedung baru.

 

Pada kesempatan ini, Pater Leonardus Evert Bambang Winandoko, SJ yang ditunjuk sebagai ketua Yayasan yang baru, menyampaikan visinya untuk melakukan sinkronisasi dan sinergi antara SMP dan SMA Kolese Kanisius agar hanya ada satu kelembagaan sekolah yang dapat menyelaraskan formasi pendidikan menjadi tidak hanya 3 tahun tetapi 6 tahun.

 

Di akhir pidatonya Pater Koko, SJ mengumumkan perombakan struktural, dimana hanya ada satu kepengurusan yakni tim direksi yang nantinya akan memimpin pelaksanaan proses pendidikan baik SMP maupun SMA.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen − 1 =